FS
Jumat, 19 September 2014
Field Hockey Tips; Tip#2 Running with the ball
Field Hockey Tips; Tip#2 Running with the ball: http://youtu.be/xR6GbaTvxQc
Selasa, 17 Juni 2014
Sejarah Intifadha - Perjuangan Tanpa Lelah Menuju Merdeka
http://nabilmufti.wordpress.com/2010/03/16/intifadha-sejarah-perjuangan-palestina/
Selasa, 09 Juli 2013
Sebuah Pilihan, Antara Hari Kemarin, Sekarang, dan Masa Depan
Entah apa yang mendasari ku mencoba untuk menulis ini. Mungkin ini bisa disebut 'mendahului takdir' walau aku sendiri pun tak terlalu mengerti tentang apa sebenarnya takdir itu. Mungkin setelah membaaca ini kalian akan mengerti mengapa ini kusebut mendahului takdir.
Hari ini dengan penuh syukur ku ucapkan pada Allah swt, Sang Penggenggam Takdir, karena hanya karena-Nya aku masih bernafas hingga detik ini, dan atas kebaikan-Nya kalian dapat membaca kumpulan kata-kata ini.
Langsung saja, Aku sangat bersyukur kepada Allah karena hari ini, 8 Juli 2013, sepenuhnya atas izin-Nya Aku dapat diterima di Jurusan Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Aku pilih judul "Sebuah Pilihan, Antara Hari Kemarin, Sekarang, dan Masa Depan" karena banyak alasan. Alasan yang akan kuberikan pada tulisan ini, juga alasan yang akan muncul suatu saat nanti. Pernah mendengar quote ini, "Kemarin adalah sejarah, Besok adalah misteri dan Hari ini adalah pemberian". Quote tersebut mungkin cocok untuk mewakili ceritaku ini.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baiklah yang pertama, Kemarin adalah sejarah. Aku menyukai makanan sejak dulu. Yaiyalah, siapa yang ngga suka makanan. Waktu kecil, khayalanku tentang makanan mungkin sudah jauh melebihi kalian. Oh iya, ingat kebutuhan primer SPP alias sandang, pangan, dan papan. Aku yakin, ini hal yang mudah. Bagaimana menurut kalian, manakah yang paling primer. Menurutku pangan, karena salah satu ciri makhluk hidup adalah membutuhkan makan. Tiada makhluk hidup yang mampu bertahan tanpa makanan, kecuali makhluk yang khusus. Hal lainnya, kegiatan yang berhubungan dengan pangan itu hal yang menarik bagiku. Mau bukti, cek di sini. Lihat no 10! Hal lain, mengapa pangan yakni, aku ingin melebihi sejarah yang telah tertulis sebelumnya. Mengenai hal ini, cukup aku saja.
Lalu, ada sebuah kejadian yang juga semakin membuatku semakin meyakini bidang pangan. Suatu waktu, seorang teman menanyakanku tentang jurusan yang akan kutuju. Aku menjawab teknologi pangan. Lalu ia bertanya lagi, mengapa tidak kedokteran. Ada satu hal yang sangat kuingat dari jawabanku waktu itu. Mencegah selalu lebih baik dibanding mengobati. Sudah mengerti yang kumaksud? Yang kumaksud adalah aku ingin menciptakan makanan sehat, yang dapat mencegah segala kemungkinan timbulnya penyakit. Buat para dokter, maaf jika suatu saat nanti pekerjaan kalian sepi karena 'ulah'-ku.
Besok adalah misteri. Ya, hal yang satu ini memang tak dapat dipungkiri. Namun, apakah cukup berdiam diri untuk menunggu apa yang bakal terjadi. Tentu tidak. Bagiku menghadapi misteri itu harus dipersiapkan, bahkan kalau bisa kita yang memecahkan misteri itu sendiri sebelum ada kata "Mulailah pecahkan masalah ini". Untuk itu aku selalu meyakini bahwa apa yang aku jalani pasti akan berpengaruh pada hasil akhir, entah itu kecil ataupun besar. Keyakinan inilah yang selalu kupegang teguh sampai saat ini.
Satu lagi, setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing. Tentang kelebihanku, entahlah mungkin kesalahanku lebih banyak dari orang lain. Apakah aku menyesal? Tidak selalu. Sebab dari banyaknya kesalahanku itu membuatku lebih banyak belajar dibanding orang lain. Selain itu, pembentukan mental juga dapat terpengaruhi oleh seberapa besar dan banyak kesalahan yang terjadi. Orang gagal tak harus bersedih hati, orang yang kurang baik rupa pun tak harus berkecil hati. Orang gagal akan menyuruh dirinya untuk berbuat lebih baik lagi, yang tak pernah gagal belum tentu tahu bagaimana cara menyikapi kegagalan. Orang yang kurang baik rupa akan mencari bagian dari dirinya yang lebih baik dibanding orang yang lebih sempurna darinya, sedangkan yang lebih sempurna kadang terlena dalam fatamorgana keindahan sementara. Sehingga saat kesempurnaan itu berkurang atau hilang, ia akan lebih banyak berpikir bagaimana mengembalikan kesempurnaannya yang telah lalu, yang terkadang suatu hal yang mustahil.
Hari ini adalah pemberian. Siapa yang memberi? Tentu, Tuhan Yang Maha Esa. Bagaimana sikap kita jika diberi sesuatu oleh seseorang yang kita cintai? Tentu, hal yang pertama adalah berterima kasih. Seberapa besar rasa terima kasih yang diucapkan mungkin itulah yang akan menentukan seseorang yang kita cintai tersebut akan mau lagi memberikan hadiahnya pada kita. Akankah lebih besar, lebih kecil, atau takkan memberikan hadiahnya lagi. Satu hal untuk menyikapi ini yakni selalu memaksimalkan pemberian yang telah diberikan-Nya, baik waktu, raga, atapun raga. Aku bukanlah orang yang sempurna dalam hal ini, namun aku akan selalu mencoba memaksimalkan (sisa) waktu yang telah diberi. Sebut ini sebagai "The Power of Kepepet". Seberapapun sisa waktu itu, itu dapat merubah segalanya. Tak percaya, cobalah tanyakan pada tim penyelamat korban bencana, dokter yang sedang melakukan operasi pada pasien gawat darurat, fotografer, pebalap, dan masih banyak lagi.
Oh ya, tentang kemarin, hari ini, dan esok hari aku jadi teringat bahwa aku juga pernah terpikir untuk menjadi seorang psikolog. Mengapa, karena seorang psikolog itu bekerja dua kali namun berpikir tiga kali. Maksudnya? Begini, seorang psikolog itu bekerja saat kejadian dan setelah kejadian perkara namun iya berpikir mengapa hal tersebut bisa terjadi, bagaimana penanganannya, dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk kalian yang seorang psikolog ataupun yang akan menjadi psikolog pasti tahu akan hal ini.
Mungkin hanya itu yang dapat kubagikan. Dari semua tulisan di atas ada beberapa hal yang ingin kutekankan, yakni mimpi, keyakinan, sadar diri, bermanfaat, dan jangan pernah berpikir sekali.
Sekali lagi, syukurku tak pernah putus teruntuk Allah swt yang telah memberikanku yang kuingin dan semoga ini yang terbaik.
Sekian...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baiklah yang pertama, Kemarin adalah sejarah. Aku menyukai makanan sejak dulu. Yaiyalah, siapa yang ngga suka makanan. Waktu kecil, khayalanku tentang makanan mungkin sudah jauh melebihi kalian. Oh iya, ingat kebutuhan primer SPP alias sandang, pangan, dan papan. Aku yakin, ini hal yang mudah. Bagaimana menurut kalian, manakah yang paling primer. Menurutku pangan, karena salah satu ciri makhluk hidup adalah membutuhkan makan. Tiada makhluk hidup yang mampu bertahan tanpa makanan, kecuali makhluk yang khusus. Hal lainnya, kegiatan yang berhubungan dengan pangan itu hal yang menarik bagiku. Mau bukti, cek di sini. Lihat no 10! Hal lain, mengapa pangan yakni, aku ingin melebihi sejarah yang telah tertulis sebelumnya. Mengenai hal ini, cukup aku saja.
Lalu, ada sebuah kejadian yang juga semakin membuatku semakin meyakini bidang pangan. Suatu waktu, seorang teman menanyakanku tentang jurusan yang akan kutuju. Aku menjawab teknologi pangan. Lalu ia bertanya lagi, mengapa tidak kedokteran. Ada satu hal yang sangat kuingat dari jawabanku waktu itu. Mencegah selalu lebih baik dibanding mengobati. Sudah mengerti yang kumaksud? Yang kumaksud adalah aku ingin menciptakan makanan sehat, yang dapat mencegah segala kemungkinan timbulnya penyakit. Buat para dokter, maaf jika suatu saat nanti pekerjaan kalian sepi karena 'ulah'-ku.
Besok adalah misteri. Ya, hal yang satu ini memang tak dapat dipungkiri. Namun, apakah cukup berdiam diri untuk menunggu apa yang bakal terjadi. Tentu tidak. Bagiku menghadapi misteri itu harus dipersiapkan, bahkan kalau bisa kita yang memecahkan misteri itu sendiri sebelum ada kata "Mulailah pecahkan masalah ini". Untuk itu aku selalu meyakini bahwa apa yang aku jalani pasti akan berpengaruh pada hasil akhir, entah itu kecil ataupun besar. Keyakinan inilah yang selalu kupegang teguh sampai saat ini.
Satu lagi, setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing. Tentang kelebihanku, entahlah mungkin kesalahanku lebih banyak dari orang lain. Apakah aku menyesal? Tidak selalu. Sebab dari banyaknya kesalahanku itu membuatku lebih banyak belajar dibanding orang lain. Selain itu, pembentukan mental juga dapat terpengaruhi oleh seberapa besar dan banyak kesalahan yang terjadi. Orang gagal tak harus bersedih hati, orang yang kurang baik rupa pun tak harus berkecil hati. Orang gagal akan menyuruh dirinya untuk berbuat lebih baik lagi, yang tak pernah gagal belum tentu tahu bagaimana cara menyikapi kegagalan. Orang yang kurang baik rupa akan mencari bagian dari dirinya yang lebih baik dibanding orang yang lebih sempurna darinya, sedangkan yang lebih sempurna kadang terlena dalam fatamorgana keindahan sementara. Sehingga saat kesempurnaan itu berkurang atau hilang, ia akan lebih banyak berpikir bagaimana mengembalikan kesempurnaannya yang telah lalu, yang terkadang suatu hal yang mustahil.
Hari ini adalah pemberian. Siapa yang memberi? Tentu, Tuhan Yang Maha Esa. Bagaimana sikap kita jika diberi sesuatu oleh seseorang yang kita cintai? Tentu, hal yang pertama adalah berterima kasih. Seberapa besar rasa terima kasih yang diucapkan mungkin itulah yang akan menentukan seseorang yang kita cintai tersebut akan mau lagi memberikan hadiahnya pada kita. Akankah lebih besar, lebih kecil, atau takkan memberikan hadiahnya lagi. Satu hal untuk menyikapi ini yakni selalu memaksimalkan pemberian yang telah diberikan-Nya, baik waktu, raga, atapun raga. Aku bukanlah orang yang sempurna dalam hal ini, namun aku akan selalu mencoba memaksimalkan (sisa) waktu yang telah diberi. Sebut ini sebagai "The Power of Kepepet". Seberapapun sisa waktu itu, itu dapat merubah segalanya. Tak percaya, cobalah tanyakan pada tim penyelamat korban bencana, dokter yang sedang melakukan operasi pada pasien gawat darurat, fotografer, pebalap, dan masih banyak lagi.
Oh ya, tentang kemarin, hari ini, dan esok hari aku jadi teringat bahwa aku juga pernah terpikir untuk menjadi seorang psikolog. Mengapa, karena seorang psikolog itu bekerja dua kali namun berpikir tiga kali. Maksudnya? Begini, seorang psikolog itu bekerja saat kejadian dan setelah kejadian perkara namun iya berpikir mengapa hal tersebut bisa terjadi, bagaimana penanganannya, dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk kalian yang seorang psikolog ataupun yang akan menjadi psikolog pasti tahu akan hal ini.
Mungkin hanya itu yang dapat kubagikan. Dari semua tulisan di atas ada beberapa hal yang ingin kutekankan, yakni mimpi, keyakinan, sadar diri, bermanfaat, dan jangan pernah berpikir sekali.
Sekali lagi, syukurku tak pernah putus teruntuk Allah swt yang telah memberikanku yang kuingin dan semoga ini yang terbaik.
Sekian...
Sabtu, 08 September 2012
Damai Dunia, Bersatulah!
Kedamaian adalah idaman
It is the dream of every man
Who still has a heart
Sebab,
Harimau terganas pun takkan pernah memangsa anaknya
Jikalau terbuka cakrawala
Terlihat oleh mata kita
Emosi meningkat, senjata terangkat, nyawa pun lewat
Sungguh ironis memang
Mata membuta, telinga tersumbat, hati pun kalap
Mana yang lebih baik?
Lain lagi jika agama terbicara
Semua berbicara seakan mengerti segala
Terparahnya
Mengesampingkan Sang Maha Mengetahui segala
Satu kata yang bisa ku sampaikan
"Bersatulah!"
Bersatulah dalam perdamaian!
Bersatulah untuk perubahan!
Bersatulah dalam menetapkan tujuan!
Bersatulah dalam persaudaraan,
Persaudaraan sesama penghuni rumah yang satu, Bumi!
Jangan lagi kita banyak menutup mata, menyumbat telinga, mendustai hati
Redam emosi, turunkan senjata, hargai dan sayangi nyawa
Teriakkan lantang,
"Kitalah manusia pembawa perdamaian, takkan menyerah berjuang hingga tercipta nyata!"
Minggu, 26 Agustus 2012
Kalian adalah Bukti Kebesaran Kasih Sayang Tuhan
Aku melihat hal yang tak pernah kulihat sebelumnya
Takjub, heran, oh ternyata...
Aku dengar suara yang tak terdengar telingaku sebelumnya
Diam, terpaku, merenung, jadi begitu...
Aku rasakan yang terlain dari perasaan yang tak terasa sebelumnya
Terhujam, dalam, baiklah jika begitu...
Ku akui jika kalian yang terbaik dari yang telah sebelumnya.
Pertemuan kita adalah takdir, tak tertolak, tak bisa dibisa.
Tuhan tidak selalu beri yang diingin,
tapi seluruh pemberiannya adalah terbaik, dari seluruh yang terbaik.
tapi seluruh pemberiannya adalah terbaik, dari seluruh yang terbaik.
Terima kasih banyak kawan.
Mungkin ucapku kecil, tapi kuharap besar.
Kupersembahkan untuk segala hal kecil yang berarti besar.
Mungkin ucapku kecil, tapi kuharap besar.
Kupersembahkan untuk segala hal kecil yang berarti besar.
Terima kasih, Tuhan.
Mereka adalah bukti kebesaran kasih sayang.
Ku sangat percaya itu.
-@104FS(287'12:02.30)
Sabtu, 07 April 2012
Pergerakan menuju Indonesia MERDEKA!
Mari membahas tentang hal-hal yang berkaitan tentang kemerdekaan. Kemerdekaan kita dicapai dengan bukan hanya oleh satu orang, karena itu pasti setiap orang yang menginginkan kemerdekaan pasti memiliki cara dan jalannya sendiri-sendiri demi tujuan yang satu, Indonesia Merdeka. Maka dari itu kita mulai dengan bahasan ideologi-ideologi organisasi pergerakan nasional Indonesia.
1. Nasionalisme
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.
Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya.
Pan Islamisme (اتحاد الاسلام) awalnya adalah paham politik yang lahir pada saat Perang Dunia II (April 1936) mengingkuti paham yang tertulis dalam al-a'mal al-Kamilah dari Jamal-al-Din Afghani Kemudian berkembang menjadi gerakan memperjuangkan untuk mempersatukan umat Islam di bawah satu negara Islam yang umumnya disebut kekhalifahan. Pan Arabisme adalah ideologi yang sering bersaing dengan Pan Islamisme, Bila dalam Pan Arabisme bertujuan dengan kemerdekaan bangsa Arab tanpa memedulikan agama akan tetapi berdasarkan pada budaya etnis, sedangkan dalam Pan Islamisme tujuan kemerdekaan bangsa Arab dianggap sebagai budaya Arab sebagai umat Islam tanpa memandang etnis.
3. Sosialisme
Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.Menurut penganut Marxisme, terutama Friedrich Engels, model dan gagasan sosialis dapat dirunut hingga ke awal sejarah manusia dari sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Pada masa pencerahan abad ke-18, para pemikir dan penulis revolusioner seperti Marquis de Condorcet, Voltaire, Rousseau, Diderot, Abbé de Mably, dan Morelly, mengekspresikan ketidakpuasan mereka atas berbagai lapisan masyarakat di Perancis.
4. Komunisme
Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
Sekarang kita bahas organisasi-organisasi pergerakan nasional Indonesia.
I. Serikat Islam
Tahun Berdiri : 1912
Tokoh Pelopor/Pendiri : H.O.S Cokroamonoto, HJ Samahudi
Tokoh Pelopor/Pendiri : H.O.S Cokroamonoto, HJ Samahudi
Bentuk Organisasi : Ekonomi dan Politik
Tujuan Organisasi : a. Mengembangkan jiwa dagang.
b. Membantu anggota-anggota yang mengalami kesulitan dal;am bidang usaha.
c. Memajukan pengajaran dan semua usaha yang
mempercepat naiknya derajat rakyat.
d. Memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai
agama islam.
e. Hidup menurut perintah agama.
Strategi Organisasi : - SI tidak membatasi keanggotaannya hanya untuk masyaakat Jawa dan
Madura saja.
- Mengadakan kongres antar bangsa.
- Keluar dari Volksraad (Dewan Rakyat).
Sikap Terhadap Hindia-Belanda : Non Kooperatif
II. Indische Partij
Tahun Berdiri : 1912
Tokoh Pelopor/Pendiri : E.F.E Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, Suwardi
Suryaningrat.
Bentuk Organisasi : Politik
Tujuan Organisasi : - Untuk mempersiapkan kehidupan bangsa Indonesia yang
merdeka.
- Mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan
pemerintah kolonial Belanda.
Strategi Organisasi : 1. Melakukan propaganda secara lisan maupun tulisan
2. Menyebarkan Brosur yang berjudul Als Ik een
Nederlander was ( andaikan aku seorang Belanda) saat
Upacara 100 tahun peringatan kemerdekaan Belanda.
Sikap Terhadap Hindia-Belanda : Non Kooperatif
III. Perhimpunan Indonesia (PI)
Tahun Berdiri : 1922
Tokoh Pelopor/Pendiri : Drs. Moh Hatta, Ali Sastroamidjojo, Abdul Madjid
Djojodiningrat, Nasir Datuk Pamuntjak.
Bentuk Organisasi : Politik
Tujuan Organisasi : - Mensejahterakan anggotanya yang ada di negeri Belanda
- Memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Strategi Organisasi : a. Menerbitkan kembali majalah Hindia Poetra yang
Berganti
b. Menggalakkan secara terencana propaganda tentang
Perhimpunan Indonesia keluar negeri Belada.
Sikap Terhadap Hindia-Belanda : Non Kooperatif
IV. Partai Nasional Indonesia (PNI)
Tahun Berdiri : 1927
Tokoh Pelopor/Pendiri : Ir. Soekarno, Dr. ciptomangunkusumo, Ir. Anwar, Sartono
Sartono SH, Budiarto SH, Dr. Samsi.
Bentuk Organisasi : Politik
Tujuan Organisasi : Menggalang kesatuan aksi melawan Imperealisme atau
Penjajah.
Strategi Organisasi : - Membentuk Badan Koordinasi (PPPKI
- Ir. Soekarno mengajukan pidato pembelaan “Indonesia
menggugat”.
Sikap Terhadap Hindia-Belanda : Non Kooperatif
V. Partindo (partai Indonesia)
Tahun Berdiri : 1931
Tokoh Pelopor/Pendiri : Ir. Soekarno, Sartono SH
Bentuk Organisasi : Politik
Tujuan Organisasi : Indonesia Merdeka
Strategi Organisasi : a. Perluasan hak-hak politik dan penteguhan keinginan
menuju suatu pemerintah rakyat berdasarkan demokrasi.
b. Perbaikan perhubungan-perhubungan dalam masyarakat.
c. Perbaikan keadaan ekonomi rakyat Indonesia.
Sikap Terhadap Hindia-Belanda : Non Kooperatif
VI. Parindra (partai Indonesia Raya)
Tahun Berdiri : 1935
Tokoh Pelopor/Pendiri : Dr. Sutomo, Husni Thamrin
Bentuk Organisasi : Pendidikan dan Ekonomi
Tujuan Organisasi : - Indonesia Mulia dan Sempurna (bukan Indonesia
Merdeka).
- Mencapai Indonesia Raya
Strategi Organisasi : a. Bekerja sama dengan pemerintah Kolonial Belanda
b. Mendirikan Rukun Tani.
c. Menyusun serikat pekerja perkapalan dengan mendirikan
Rukun Pelayaran Indonesia (Rupelin).
d. Menyusun perekonomian dengan menganjurkan
Swadeshi (menolong diri sendiri).
e. Mendirikan percetakan-percetakan yang menerbitkan
surat kabar dan majalah.
f. mendirikan Bank Nasional Indonesia di Surabaya.
Sikap Terhadap Hindia-Belanda : Kooperatif
VII. PKI (partai Komunis Indonesia)
Tahun Berdiri : 1920
Tokoh Pelopor/Pendiri : Semaun, Darsono, Snevliet
Bentuk Organisasi : Politik
Tujuan Organisasi : Untuk menyebarkan Marxisme di kalangan kaum buruh
dan Raya Indonesia.
Strategi Organisasi : Pemberontakan G30S/PKI
Sikap Terhadap Hindia-Belanda : Non Kooperataif
Langganan:
Postingan (Atom)









